Jumat, 28 Oktober 2011


Instalasi Windows Server 2008 adalah cukup sederhana dan sangat mirip menginstal Windows Vista, tapi saya pikir saya akan daftar langkah yang diperlukan di sini untuk informasi tambahan. For those of you who have never installed Vista before, the entire installation process is different than it used to be in previous Microsoft operating systems, and notably much easier to perform. Bagi anda yang belum pernah menginstall Vista sebelum, seluruh proses instalasi berbeda dari dulu dalam sistem operasi Microsoft sebelumnya, dan terutama lebih mudah untuk melakukan.
Your Windows Infrastructure Will Want This Nifty Tool! Infrastruktur Windows akan Anda Ingin Tool ini Nifty!
Wouldn't you love it if you could automatically discover and restart an FTP service before even 30 seconds of it being down? Tidakkah Anda senang jika Anda secara otomatis dapat menemukan dan restart layanan FTP bahkan sebelum 30 detik itu yang turun?

OpManager through over 500 built-in monitors, event log rules, SNMP traps and remote troubleshooting tools, gives admins a tight grip over Windows server performance, including even MS Exchange, SQL and Active Directory. OpManager melalui lebih dari 500 built-in monitor, aturan event log, perangkap SNMP dan alat pemecahan masalah terpencil, memberikan admin pegangan ketat atas kinerja server Windows, bahkan termasuk MS Exchange, SQL dan Active Directory.

Monitor 10 Servers for Free! Memantau 10 Server Gratis! Download a 30-day Trial Here » Download Percobaan 30-hari Disini »
Using Vista's installation routine is a major benefit, especially for a server OS. Menggunakan rutin instalasi Vista adalah manfaat utama, terutama untuk server OS. Administrators can partition the system's hard drives during setup. Administrator dapat melakukan partisi hard drive sistem selama setup. More importantly, they can install the necessary AHCI or RAID storage drivers from a CD/DVD or even a USB thumb drive. Lebih penting lagi, mereka dapat menginstal driver AHCI diperlukan atau penyimpanan RAID dari drive jempol CD / DVD atau bahkan USB. Thus, error-prone floppies can finally be sent to the garbage bin. Jadi, rawan kesalahan disket akhirnya dapat dikirim ke tempat sampah.

Instalasi Windows Server 2008


Instalasi Windows Server 2008 adalah cukup sederhana dan sangat mirip menginstal Windows Vista, tapi saya pikir saya akan daftar langkah yang diperlukan di sini untuk informasi tambahan. For those of you who have never installed Vista before, the entire installation process is different than it used to be in previous Microsoft operating systems, and notably much easier to perform. Bagi anda yang belum pernah menginstall Vista sebelum, seluruh proses instalasi berbeda dari dulu dalam sistem operasi Microsoft sebelumnya, dan terutama lebih mudah untuk melakukan.
Your Windows Infrastructure Will Want This Nifty Tool! Infrastruktur Windows akan Anda Ingin Tool ini Nifty!
Wouldn't you love it if you could automatically discover and restart an FTP service before even 30 seconds of it being down? Tidakkah Anda senang jika Anda secara otomatis dapat menemukan dan restart layanan FTP bahkan sebelum 30 detik itu yang turun?

OpManager through over 500 built-in monitors, event log rules, SNMP traps and remote troubleshooting tools, gives admins a tight grip over Windows server performance, including even MS Exchange, SQL and Active Directory. OpManager melalui lebih dari 500 built-in monitor, aturan event log, perangkap SNMP dan alat pemecahan masalah terpencil, memberikan admin pegangan ketat atas kinerja server Windows, bahkan termasuk MS Exchange, SQL dan Active Directory.

Monitor 10 Servers for Free! Memantau 10 Server Gratis! Download a 30-day Trial Here » Download Percobaan 30-hari Disini »
Using Vista's installation routine is a major benefit, especially for a server OS. Menggunakan rutin instalasi Vista adalah manfaat utama, terutama untuk server OS. Administrators can partition the system's hard drives during setup. Administrator dapat melakukan partisi hard drive sistem selama setup. More importantly, they can install the necessary AHCI or RAID storage drivers from a CD/DVD or even a USB thumb drive. Lebih penting lagi, mereka dapat menginstal driver AHCI diperlukan atau penyimpanan RAID dari drive jempol CD / DVD atau bahkan USB. Thus, error-prone floppies can finally be sent to the garbage bin. Jadi, rawan kesalahan disket akhirnya dapat dikirim ke tempat sampah.

Also see » Download: Windows Azure AppFabric SDK Juga lihat »Download: Windows Azure AppFabric SDK
Note : Windows Server 2008 can also be installed as a Server Core installation, which is a cut-down version of Windows without the Windows Explorer GUI. Catatan: Windows Server 2008 juga dapat diinstal sebagai instalasi Server Core, yang merupakan versi cut-down dari Windows tanpa Windows Explorer GUI. Because you don't have the Windows Explorer to provide the GUI interface that you are used to, you configure everything through the command line interface or remotely using a Microsoft Management Console (MMC). Karena Anda tidak memiliki Windows Explorer untuk menyediakan antarmuka GUI yang Anda gunakan, Anda mengkonfigurasi semua melalui antarmuka baris perintah atau jarak jauh menggunakan Microsoft Management Console (MMC). The Server Core can be used for dedicated machines with basic roles such as Domain controller/Active Directory Domain Services, DNS Server, DHCP Server, file server, print server, Windows Media Server, IIS 7 web server and Windows Server Virtualization virtual server. Core Server dapat digunakan untuk mesin yang berdedikasi dengan peran dasar seperti pengendali Domain / Active Directory Services Domain, DNS Server, DHCP Server, file server, print server, Windows Media Server, IIS 7 web server dan Windows server Server Virtualisasi virtual. For Server Core installations please see my " Installing Windows Server 2008 Core " article. Untuk instalasi Server Core silahkan lihat saya " Instalasi Windows Server 2008 Core "artikel.
To use Windows Server 2008 you need to meet the following hardware requirements: Untuk menggunakan Windows Server 2008 Anda harus memenuhi persyaratan perangkat keras berikut:
Component Komponen Requirement Kebutuhan Processor Processor • Minimum: 1GHz (x86 processor) or 1.4GHz (x64 processor) • Recommended: 2GHz or faster Note: An Intel Itanium 2 processor is required for Windows Server 2008 for Itanium-based Systems • Minimum: 1GHz (x86 processor) atau 1.4GHz (prosesor x64) • Fitur: 2GHz atau lebih cepat Catatan: Sebuah prosesor Intel Itanium 2 diperlukan untuk Windows Server 2008 untuk Sistem berbasis Itanium Memory Memori • Minimum: 512MB RAM • Recommended: 2GB RAM or greater • Maximum (32-bit systems): 4GB (Standard) or 64GB (Enterprise and Datacenter) • Maximum (64-bit systems): 32GB (Standard) or 2TB (Enterprise, Datacenter and Itanium-based Systems) • Minimum: 512MB RAM • Direkomendasikan: 2GB RAM atau lebih besar • Maksimum (32-bit): 4GB (Standard) atau 64GB (Enterprise dan Datacenter) • Maksimum (64-bit): 32GB (Standar) atau 2TB (Enterprise, Datacenter dan) Sistem berbasis Itanium Available Disk Space Tersedia Disk Space • Minimum: 10GB • Recommended: 40GB or greater Note: Computers with more than 16GB of RAM will require more disk space for paging, hibernation, and dump files Catatan 40GB atau lebih:: • Minimum: 10GB • Fitur Komputer dengan lebih dari 16GB RAM akan memerlukan ruang disk lebih banyak untuk paging, hibernasi, dan dump file Drive Hard DVD-ROM drive DVD-ROM Display and Peripherals Tampilan dan Periferal • Super VGA (800 x 600) or higher-resolution monitor • Keyboard • Microsoft Mouse or compatible pointing device • Super VGA (800 x 600) atau lebih tinggi resolusi monitor • Keyboard • Microsoft Mouse atau alat penunjuk yang kompatibel

Kamis, 27 Oktober 2011

Konsep Jaringan Komputer


Computer Network atau jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang dihubungkan melalui media fisik dan software yang memfasilitasi komunikasi antara komputer-komputer tersebut.
Media fisik ini bisa berupa kabel atau udara yang menjadi media bagi komunikasi elektromagnetik. Masing-masing komputer terhubung melalui media fisik dengan menggunakan kartu jaringan (Network Interface Card = NIC). Segala proses transmisi melalu media fisik akan melalui NIC tersebut.
Bila jaringan komputer cukup banyak yang menempati suatu area lokal, maka jaringan ini dinamakan jaringan komputer lokal (Local Area Network = LAN).

Mengapa dibutuhkan jaringan komputer ?
Organisasi menggunakan jaringan komputer untuk melakukan sharing resource dan untuk komunikasi online antar komputer atau orang.

Printer dan peripheral lain
Sebelum ada jaringan, setiap orang harus memasang printer pada komputer masing-masing. Disini satu-satunya cara untuk men-share printer adalah berada/duduk pada komputer yang memiliki printer. Setelah adanya jaringan, maka dimungkinkan beberapa orang men-share dan mengakses data secara bersamaan. Apabila beberapa orang membutuhkan printer, maka mereka dapat menggunakan printer yang tersedia pada jaringan.

Data
Sebelum ada jaringan, orang yang ingin sharing informasi terbatas pada hal-hal sebagai berikut :
  • Melalui telepon atau melalui media komunikasi lain
  • Menulis memo
  • Menyimpan data pada floppy disk dan mengcopy data tersebut ke komputer yang membutuhkan.

  1. Konsep Client – Server
Jaringan client atau server adalah jaringan dimana komputer client bertugas melakukan permintaan data dan server bertugas melayani permintaan tersebut.
Client
User akan membuat permintaan melalui software client. Aplikasi ini berfungsi :
  • Memberikan interface bagi user untuk melakukan tugas
  • Format request data ke bentuk yang dapat dimengerti oleh server
  • Menampilkan hasil yang diminta pada layar.

Server
Jaringan client atau server, server khusus digunakan untuk pemrosesan, penyimpanan dan manajemen data. Server bertugas menerima request dari client, mengolahnya dan mengirimkan kembali hasilnya ke client.
Untuk itu server membutuhkan komputer khusus dengan spesifikasi hardware yang jauh lebih baik dibandingkan hardware untuk client karene komputer harus mampu melayani:
  • Request secara simultan dalam jumlah besar
  • Aktivitas manajemen jaringan
  • Menjamin keamanan pada resource jaringan.

  1. Media Transmisi
Selain NIC media fisik yang digunakan dalam jaringan adalah kabel, dimana kabel ini digunakan sebagai media transmisi. Media transmisi disini dapat berupa :
  • Twisted Pair
  • Kabel Coaxial
  • Serat Optik

Sabtu, 22 Oktober 2011

GSM

GSM adalah sistem komunikasi seluler standar generasi kedua yang dikembangkan untuk mengatasi masalah sistem yang terpisah-pisah pada sistem seluler generasi pertama di Eropa. GSM merupakan sistem seluler pertama di dunia yang memiliki rincian modulasi digital dan arsitektur di tingkat jaringan serta layanan.

Awalnya GSM dikembangkan dengan tujuan supaya dapat berfungsi sebagai layanan seluler di seluruh wilayah Eropa, dan menjanjikan layanan jaringan yang merentang luas melalui penggunaan ISDN. dimana pada tahun 1986, diperkirakan bahwa teknologi seluler analog akan kehabisan kapasitas pada tahun 1990-an.

Ternyata kesuksesan GSM telah melampaui dugaan setiap orang, dan ia sekarang menjadi standar yang paling populer bagi radio seluler baru dan peralatan komunikasi personal di seluruh dunia.

Pada awalnya, permintaan untuk menetapkan sistem komunikasi bergerak berlaku umum di Eropa dalam pita 900 Mhz dilakukan oleh komite GSM yang waktu itu bernama Groupe Spe'cail Mobile, dibentuk pada tahun 1982. Komite ini merupakan kelompok kerja kerja dari Confe'rence Europe'ene Postes des et Te'le'communication (CEPT) yang bertugas untuk mempelajari dan mengembangkan sistem telekomunikasi seluler masa depan bagi eropa.

Sistem telekomunikasi seluler baru yang diharapkan CEPT harus memiliki kriteria diantaranya:
- Menyediakan kualitas suara yang jernih.
- Mendukung roaming international.
- Mendukung terminal handheld.
- Mampu mengembangkan service (layanan) dan fasilitas baru.
- Menawarkan compatibility dengan ISDN.
- Menawarkan biaya pembelian dan perawatan terminal yang murah.

GSM kemudian berubah nama menjadi Global System for Mobile Communictaion, yang pengaturan standarnya kemudian di bawah inisiatif dan pengawasan institusi standar teknik kawasan Eropa, yakni European Technical Standar Institute (ETSI) pada tahun 1989.

ETSI didirikan pada tahun 1988 dengan tujuan untuk mengatur standarisasi telekomunikasi bagi eropa

GSM pertama kali diperkenalkan dibenua Eropa tahun 1991. menjelang akhir tahun 1993, beberapa negara non-Eropa di Amerika Selatan, Asia dan Australia telah mengadopsi GSM dan turunannya secara teknis: DCS 1800, yang menangani layanan komunikasi personal, disebut Personal Communication Services (PCS) di pita 1,8 GHz sampai 2,0 GHz.

Di Indonesia sendiri tahun 2001 operator GSM di pita 900 MHz ada 3, yakni
- PT Telkomsel
- PT INDOSAT (PT Satelindo)
- PT Excelcomindo Pratama
sedangkan di pita 1800 MHz adalah
- PT Indosat (Indosat Multimedia Mobile - IM3)


Bluetooth


BLUETOOTH
Dikembangkan oleh Ericsson Swedia, teknologi yang diberi nama Bluetooth (gigi biru) ini diilhami oleh kenangan peristiwa sejarah di abad ke 10 (sekitar tahun 960), ketika Harald �Blatand� (Bleutooth), anak raja Gorm dan Thyre dari Denmark dapat mempersatukan Denmark dan Norwegia.

Harald bisa berkuasa di kedua tempat itu semenjak ia diminta oleh saudara perempuannya yang bernama Gunhild, istri raja Norwegia, erik Blood Axe (setelah Gunhild menjadi janda, akibat kematian suaminya) untuk membantu memerintah di Norwegia.

Harald kemudian memanfaatkan kesempatan ini bagi dirinya sendiri, membangun benteng � benteng di tempat � tempat strategis dan membangun banyak jembatan sehingga dikenal sebagai �Harald Blatand�. Kata Blatand barangkali diambil dari dua buah kata Denmark kuno; �bla� yang berarti �kulit gelap� dan �tan� yang berarti �orang besar�. Dengan kebesaran namanya sebagai pemersatu Denmark dan Norwegia inilah muncul inspirasi penggunaan nama �Bluetooth�.

Bluetooth dinyatakan mampu mewujudkan transmisi data dan suara tanpa jeda apapun (seamless) melalui jaringan nirkabel hubungan radio rentangan dekat (10 meter) tanpa lisensi atau izin frekuensi.

Bluetooth memungkinkan koneksi berbagai peranti komunikasi data tanpa membutuhka kabel. Spesifikasi yang bersifat terbuka telah dikembangkan melalui kontribusi dari 2074 anggota perusahaan dalam kelompok khusus yang tertarik dalam pegembangan Bluetooth yang dibentuk di tahun 1998, yang disebut dengan �Bluetooth SIG (Special Interest Group). Promotor utama Bluetooth SIG termasuk perusahaan: 3Com, Ericsson, IBM, Intel, Lucent, Microsoft, Motorola, Nokia dan Toshiba.

SMS


SMS (Short Messaging Services)
Merupakan salah satu media yang paling banyak digunakan sekarang ini dikarenakan murah dan prosesnya cepat, langsung pada tujuan. SMS merupakan salah satu fitur dari GSM, yang dikembangkan dan distandarisasi oleh ETSI (Europa Technical Standar Institute) (www.etsi.org) pada dokumentasi GSM 03.40 dan GSM 03.38. ETSI merupakan Institusi Inisiatif dan Pengawas yang mengatur standarisasi GSM

Meskipun telah banyak pula fitur �fitur dari GSM seperti EMS, MMS dan GPRS, keberadaan jasa dan industri yang menggunakan SMS khususnya semakinlama semakin banyak dijumpai. Hali itu juga didukung oleh faktor hardware yang semakin hari semakin terjangkau.

SMS Center
Pada saat kita mengirim pesan SMS dari handphone (mobile originated) pesan tersebut tidak langsung dikirimkan ke handphone tujuan (mobile terminated), akan tetapi dikirim terlebih dahulu ke SMS Center (SMSC) baru kemudian diteruskan ke handphone tujuan.

Dengan adanya SMSC ini kita dapat mengetahui status dari pesan SMS yang telah dikirim, apakah telah sampai atau gagal diterima oleh handphone tujuan. Apabila handphone dalam keadaan aktif dan dapat menerima pesan SMS yang dikirim, ia akan mengirimkannya kembali status tersebut kepada pengirim. Jika Handphone tujuan dalam keadaan mati, pesan yang kita kirimkan akan disimpan pada SMSC sampai period-validity terpenuhi.

Koneksi ke SMSC
Untuk dapat mengirim dan menerima pesan, kita harus melakukan koneksi ke SMSC. Ada beberapa cara untuk melakukan koneksi ke SMSC, antara lain:
- Menggunakan terminal baik berupa GSM modem atau handphone.
Cara ini adalah yang paling mudah tetapi memiliki kekurangan antara lain jumlah pesan yang dikirim per menit sangat terbatas (sekitar 6-10 pesan per menit). Untuk mengantisipasi hal ini biasanya lebih dari satu terminal.

- Koneksi Langsung ke SMSC
Dengan melakukan koneksi langsung ke SMSC kita dapat mengirim pesan dalam jumlah banyak, dapat mencapai sekitar 600 sms per menit bergantung pada kapasitas dari SMSc itu sendiri. Untuk melakukan koneksi ke SMSC diperlukan protokol penghubung. Protokol yang umum digunakan adalah UCP, SMPP, CIMD2, OIS dan TAP. Masing � masing operator GSM menyediakan tipe protokol yang berbeda-beda

- Menggunakan Software bantu.
Saat ini banyak vendor telekomunikasi menawarkan software bantu untuk melakukan koneksi ke SMSC, dari yang bersifat freeware, open source sampai dengan komersial.



Alamat SMSC beberapa operator GSM di Indonesia
Satelindo -> 62816124
Excelcomindo -> 62818445009
Telkomsel -> 6281100000
IM3 -> 62855000000

Mengirim dan Menerima SMS
Terdapat 2 mode untuk mnegirim dan menerima SMS, yaitu
- mode text
- mode PDU (protocol Data Unit).
Akan tetapi sistem mode Teks tidak didukung oleh semua operator GSM maupun terminal.

Text Mode
Mode ini adalah cara termudah untuk mengirim pesan. Pada mode teks pesan yang kita kirim tidak dilakukan konversi. Teks yang dikirim tetap dalam bentuk aslinya dengan panjang mencapai 160 (7 bit default alphabet) atau 140 (8 bit) karakter. Mode teks adalah hasil enkode yang direprentasikan dalam format PDU. Kelemahannya, kita tidak dapat menyisipkan gambar dan nada dering ke dalam pesan yang akan dikirim serta terbatasnya tipe encoding.

Entity-Relationship

Model Entity-Relationship (ER)

Model Entity-Relationship adalah model data konseptual tingkat tinggi untuk perancangan basis data. Model data konseptual adalah himpunan konsep yang mendeskripsikan struktur basis data, transaksi pengambilan dan pembaruan basis data.

Model ER adalah data konseptual tak tergantung DBMS dan platform perangkat keras tertentu. Model ER dikemukakan oleh Chen [1976]. Sejak itu, telah memperoleh banyak perhatian dan perluasan.

Model ER adalah persepsi terhadap dunia nyata sebagai terdiri objek-objek dasar yang disebut entitas dan keterhubungan (relationship) antar entitas-entitas itu.

Konsep paling dasar di model ER adalah entitas, relationship dan atribut.


Komponen-komponen utama model ER adalah :

a. Entitas (entity), Entitas memodelkan objek-objek yang berada diperusahaan/lingkungan.

b. Relationship. Relationship memodelkan koneksi/hubungan di antara entitas-entitas.

c. Atribut-atribut (properti-properti), memodelkan properti-properti dari entitas dan relationship.

d. Konstrain-konstrain (batasan-batasan) integritas, konstrain-konstrain ketentuan validitas.


Entitas (Entity) dan Himpunan Entitas (Entitas Sets)

Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Sebuah kursi yang kita duduki, seseorang yang menjadi pegawai di sebuah perusahaan dan sebuah mobil yang melintas di depan kita adalah entitas.

Sekelompok entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama membentuk sebuah himpunan entitas (entity sets). Sederhananya, entitas menunjuk pada individu suatu objek, sedang himpunan entitas menunjuk pada rumpun (family) dari individu tersebut.

Seorang pasien, misalnya akan dimasukkan dalam himpunan entitas pasien. Sedang seorang dokter akan ditempatkan dalam himpunan entitas dokter.

Dalam berbagai pembahasan/literature, penyebutan himpunan entitas (yang kurang praktis) ini seringkali digantikan dengan sebutan entitas saja.

Karena itu sering ditemui, penggunaan istilah entitas (entity) di sebuah literature sebenarnya menunjuk pada himpunan entitas.


Kunci Entitas

Sebagaimana model relasional, adalah penting dan berguna untuk memasukkan kunci yang diasosiasikan dengan himpunan entitas. Kunci pada himpunan entitas S, adalah himpunan atribut A. Sehingga tidak ada dua entitas di S yang mempunyai nilai sama untuk tiap atribut di A dan tidak ada subset di A yang dapat menjadi kunci di S, dengan demikian kunci mempunyai property minimal.


Atribut (Atributes/Properties)

Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (property) dari entitas tersebut.

Penentuan / pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model ER. Contoh : nim, nama, alamat, kode.


Relasi (Relationship) dan Himpunan Relasi (Relationship Sets)

Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.

Misalnya, entitas seorang mahasiwa dengan

nim = �980001� dan
nama_mhs = �Ali Akbar� (yang ada di himpunan entitas Mahasiswa)

mempunyai relasi dengan entitas sebuah mata kuliah dengan

kode_kul=�IF-110� dan
nama_kul=�Struktur Data�.

Relasi diantara kedua entitas tadi mengandung arti bahwa mahasiswa tersebut sedang mengambil/mempelajari mata kuliah tersebut di sebuah perguruan tinggi yang ditinjau.

Kumpulan semua relasi diantara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas-himpuan entitas tersebut membentuk himpunan relasi (relationship sets).

Sebagaimana istilah himpunan entitas yang banyak sekali disingkat menjadi entitas, istilah himpunan relasi jarang sekali digunakan dan lebih sering disingkat dengan istilah relasi saja.


Kardinalitas/derajat Relasi

Kardinalitas Relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya.


Kardinalitas di antara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa :

a. Satu ke satu (One to One),
setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B,
begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

b. Satu ke Banyak (one to many),
setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B,
tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

c. Banyak ke Satu (Many to One),
setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B,
tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

d. Banyak ke Banyak (Many to Many)
setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B,
demikian juga sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.


Diagram Entity-Relationship (ER)

Penggambaran Model ER secara sistematis dilakukan melalui diagram ER. Notasi-notasi simbolik di dalam Diagram ER yang dapat digunakan adalah:

a. Persegi panjang, menyatakan Himpunan Entitas.

b. Lingkaran/Elips, menyatakan atribut (Atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi).

c. Belah ketupat, menyatakan Himpunan Relasi.

d. Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Relasi dengan Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas dengan Atributnya.

e. Kardinalitas Relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi one to one, 1 dan N untuk relasi one to many atau N dan N untuk relasi many to many).


Tahap Pembuatan Diagram ER

Diagram ER selalu dibuat secara bertahap. Paling tidak ada dua kelompok penahapan yang biasa ditempuh di dalam pembuatan diagram ER, yaitu :

a. Tahap pembuatan Diagram ER awal (preliminary design). Yaitu :

- Melakukan pengidentifikasian dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.
- Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas.
- Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi di antara himpunan entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign key nya.
- Menentukan derajat/kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi.
- Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (non key).

b. Tahap optimasi Diagram ER (final design).

Normalisasi

Normalisasi

Proses normalisasi adalah proses untuk memperoleh properti-properti skema relasi yang bagus menjadi bentuk normal lebih tinggi sehingga syarat-syarat dibawah ini terpenuhi:

a. Mengoptimalisasi redudansi (pengulangan data yang tidak perlu). Redudansi tidak bisa dihilangkan sama sekali karena berguna untuk integritas referensial, tetapi redudansi bisa dioptimalisasi. Untuk jumlah data yang tidak terlalu banyak mungkin tidak terlalu berpengaruh dalam hal penggunaan harddisk. Tapi bayangkan jika ada ribuan, bahkan jutaan redudansi, mungkin akan sangat berpengaruh pada penggunaan ruang.

b. Menghilangkan anomali. Anomali pada dasarnya adalah ketidak-konsistenan (inkonsistensi). Misalkan ada pergantian nama dari Bank Perkasa menjadi Bank Perkasa Utama sebanyak 4 record. Jika pergantian nama hanya dilakukan pada salah satu record saja, maka terjadi ketidak-konsistenan yaitu satu nomor bank berrelasi dengan 2 nama bank yang berbeda.

Dekomposisi tabel dapat mengurangi redudansi yang ada dan menghilangkan anomali.


Perancangan melalui proses normalisasi mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut :

a. Meminimalkan ukuran penyimpanan yang diperlukan untuk penyimpanan data.

b. Meminimalkan resiko inkonsistensi data pada basis data.

c. Meminimalkan kemungkinan anomaly pembaruan.

d. Memaksimalkan stabilitas struktur data.


Bentuk Normal

Tujuan proses normalisasi adalah mengkonversi relasi menjadi bentuk normal lebih tinggi. Terdapat beragam tingkat bentuk normal, yaitu :

a. Bentuk normal pertama (1NF)
b. Bentuk normal kedua (2NF)
c. Bentuk normal ketiga (3NF)
d. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF)
e. Bentuk normal keempat (4NF)
f. Bentuk normal kelima (5NF)


Codd mendefinisikan bentuk normal pertama, kedua dan ketiga di makalah (Codd, 1970). Bentuk normal ketiga kemudian diperbaiki sehingga mempunyai bentuk normal yang lebih kuat yaitu BCNF (Codd, 1974). Fagin memperkenalkan bentuk normal keempat (Fagin, 1977), kemudian Fagin juga memperkenalkan bentuk normal kelima (Fagin, 1979).

Bentuk normal pertama untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua untuk menghilangkan kebergantungan parsial. Bentuk normal ketiga untuk menghilangkan kebergantungan transitif. Bentuk normal Boyce-Codd untuk menghilangkan anomaly tersisa disebabkan kebergantungan fungsional. Bentuk normal keempat untuk menghilangkan kebergantungan nilai jamak. Bentuk normal kelima untuk menghilangkan anomaly tersisa.

Tiga bentuk normal pertama berkaitan dengan kebergantungan fungsional. Sementara itu bentuk keempat dan kelima berkaitan dengan redudansi yang disebabkan kebergantungan banyak nilai (multi-valued dependencies).


Bentuk Normal Pertama

Bentuk normal pertama adalah ekivalen dengan definisi model relasional. Relasi adalah bentuk normal pertama (1NF) jika semua nilai atributnya adalah sederhana (bukan komposit).


Bentuk Normal Kedua

Bentuk normal kedua memiliki ketentuan harus telah berbentuk normal pertama (1NF), dan semua atribut bukan utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi.

Relasi pada bentuk normal kedua harus tidak menyimpan fakta-fakta mengenai bagian kunci relasi. Bentuk normal kedua menghilangkan kebergantungan parsial dan masih memiliki anomali-anomali yang secara praktis tidak dapat diterima.


Bentuk Normal Ketiga

Bentuk normal ketiga memiliki ketentuan harus telah berbentuk normal kedua (2NF) dan relasi tidak boleh memuat kebergantungan fungsional di antara atribut-atribut bukan utama.

Bentuk normal ketiga menghilangkan kebergantungan transitif, awalnya bentuk normal ketiga dipikir sebagai bentuk normal puncak/paling akhir. Namun kemudian dapat ditemukan bentuk normal lebih kuat yaitu bentuk normal Boyce-Codd.


Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)

BCNF memiliki ketentuan yaitu masing-masing atribut utama bergantung fungsional penuh pada masing-masing kunci dimana kunci tersebut bukan bagiannya. Relasi adalah BCNF (optimal) jika setiap determinan atribut-atribut relasi adalah kunci relasi. Relasi adalah BCNF (optimal) jika kapanpun fakta-fakta disimpan mengenai beberapa atribut, maka atribut-atribut ini merupakan satu kunci relasi. BCNF dapat memiliki lebih dari satu kunci. Properti penting BCNF adalah relasi tidak memiliki informasi yang redundan.


Bentuk Normal Keempat

Relasi dalam bentuk normal keempat (4NF) jika relasi dalam BCNF dan tidak berisi kebergantungan banyak nilai. Untuk menghilangkan kebergantungan banyak nilai dari satu relasi, kita membagi relasi menjadi dua relasi baru. Masing � masing relasi berisi dua atribut yang mempunyai hubungan banyak nilai.


Bentuk Normal Kelima

Bentuk normal kelima (5NF) berurusan dengan properti yang disebut join tanpa adanya kehilangan informasi (lossless join). Bentuk normal kelima (5NF) juga disebut PJNF (projection-join normal form). Kasus-kasus ini sangat jarang muncul dan sulit untuk dideteksi secara praktis.

Database

Database (Basis Data) adalah kumpulan data (elementer) yang secara logik berkaitan dalam mempresentasikan fenomena / fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung aplikasi pada sistem tertentu.


Basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan, memberikan refleksi fakta-fakta yang terdapat di organisasi. Basis data mendeskripsikan state organisasi/perusahaan/sistem. Saat satu kejadian muncul di dunia nyata mengubah state organisasi/perusahaan/sistem, maka satu perubahan pun harus dilakukan terhadap data yang disimpan di basis data.

Basis data merupakan komponen utama sistem informasi karena semua informasi untuk pengambilan keputusan berasal dari data di basis data. Pengelolaan basis data yang buruk dapat mengakibatkan ketidaktersediaan data penting yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan.


Metodologi Perancangan Basis Data

Metodologi perancangan basis data adalah kumpulan teknik terorganisasi untuk pembuatan rancangan basis data. Teknik terorganisasi ini merupakan kumpulan tahap-tahapan yang memiliki aturan-aturan terurut. Teknik yang digunakan pada perancangan basis data dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Perancangan basis data tingkat logik.

b. Perancangan basis data tingkat fisik.


Perancangan basis data secara logik dimulai dengan penciptaan model konseptual dari organisasi dan seluruhnya tak bergantung rincian implementasi seperti perangkat lunak DBMS, program aplikasi, bahasa pemrograman, platform perangkat keras, dan pertimbangan fisik lainnya. Model konsep ini kemudian dipetakan menjadi model data secara logik yang telah dipengaruhi model data target basis data seperti model relasional.

Dalam perancangan basis data secara logik, kita dapat melakukannya dengan cara :

a. Menerapkan Normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.

b. Langsung membuat model Entity-Relationship (ER).
Model data secara logik merupakan sumber informasi perancangan fisik. Model ini menyediakan perancang suatu kendaraan untuk pertimbangan dalam merancang basis data yang efisien.

Perancangan basis data secara fisik adalah proses memproduksi deskripsi implementasi basis data pada penyimpanan sekunder, mendeskripsikan struktur-struktur penyimpanan dan metode-metode pengaksesan dalam meningkatkan efektifitas pengaksesan. Pada tahap ini, perancangan fisik telah ditujukan untuk system DBMS tertentu. Perancangan basis data tingkat fisik sudah dikaitkan dengan platform dan perangkat lunak system manajemen basis data dimana basis data diimplementasikan.


Langkah-langkah Metodologi Perancangan Basis Data

Berikut adalah perancangan basis data relasional :
- Dimulai dari perancangan basis data logik untuk basis data relasional pada tahap 1 sampai dengan tahap 3.
- Perancangan dan implementasi basis data fisik untuk basis data relasional pada tahap 4 sampai dengan tahap 7.

a. Tahap 1
Membangun rancangan data konseptual lokal berdasarkan pandangan pemakai. Yaitu mengidentifikasikan himpunan entitas - himpunan entitas. Mengidentifikasikan keterhubungan-keterhubungan (relationship), mengidentifikasikan dan asosiasikan atribut-atribut pada entitas atau keterhubungan, menentukan domain atribut, menentukan atribut-atribut candidate key dan primary key, melakukan spesialisasi/generalisasi, menggambarkan diagram ER, melakukan review model data konsep dengan pemakai.

b. Tahap 2
Membangun dan validasi model data logik lokal. Yaitu memetakan model data konsep ke model data logik, melakukan turunan relasi-relasi dari model data logik, validasi model menggunakan normalisasi, validasi model berdasarkan transaksi � transaksi pemakai, menggambarkan ER nya, mendefinisikan kontsrain-konstrain (batasan-batasan) integritas, melakukan review model data logik dengan pemakai.

c. Tahap 3
Membangun dan validasi model data logik global. Yaitu menggabungkan model data logik lokal menjadi model global, validasi model data logik global, periksa untuk pertumbuhan masa datang, menggambarkan diagram ER akhir, melakukan review model logik global dengan pemakai.

d. Tahap 4
Menerjemahkan model data logik global untuk DBMS target. Yaitu merancang relasi-relasi basis untuk DBMS target, merancang aturan-aturan integritas untuk DBMS target.

e. Tahap 5
Merancang dan implementasi representasi fisik. Yaitu menganalisa transaksi-transaksi, memilih organisasi file, memilih indeks-indeks sekunder, mempertimbangkan penambahan redudansi yang terkendali, estimasikan ruang disk yang diperlukan.

f. Tahap 6
Merancang dan mengimplementasikan mekanisme pengamanan. Yaitu merancang view-view pemakai, merancang aturan-aturan pengaksesan.

g. Tahap 7
Memonitor dan menyesuaikan system yang sedang operasi.

Sistem Paging

Sistem Paging

Adalah sistem manajemen pada sistem operasi dalam mengatur program yang sedang berjalan. Program yang berjalan harus dimuat di memori utama. Kendala yang terjadi apabila suatu program lebih besar dibandingkan dengan memori utama yang tersedia.

Untuk mengatasi hal tersebut Sistem Paging mempunyai 2 solusi, yaitu:

- Konsep Overlay
Dimana program yang dijalankan dipecah menjadi beberapa bagian yang dapat dimuat memori (overlay). Overlay yang belum diperlukan pada saat program berjalan (tidak sedang di eksekusi) disimpan di disk, dimana nantinya overlay tersebut akan dimuat ke memori begitu diperlukan dalam eksekusinya.

- Konsep Memori Maya (virtual Memory)
Adalah kemampuan mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia. Konsep ini pertama kali dikemukakan Fotheringham pada tahun 1961 untuk sistem komputer Atlas di Universitas Manchester, Inggris.

Gagasan Memori Maya adalah ukuran gabungan program, data dan stack melampaui jumlah memori fisik yang tersedia. Sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori utama dan sisanya di disk. Begitu bagian di disk diperlukan maka bagian memori yang tidak diperlukan disingkirkan dan diganti bagian disk yang diperlukan.

Windows API

Windows API (Aplication Programming Interface)
Merupakan sekumpulan fungsi-fungsi ekternal yang terdapat dalam file-file perpustakaan Windows (Library Windows) atau library lainnya yang dapat digunakan oleh programmer.

Fungsi ini dapat menangani semua yang berhubungan dengan Windows, kotak dialog (buka file, simpan file, memilih font, memilih warna, dan lain-lain), Windows shell, setting sistem operasi, penanganan file, mengakses sistem registry, memainkan musik, dan sebagainya. Fungsi ini menyediakan banyak fitur-fitur stnadar untuk semua program yang berbasis Windows.

DLL (Dynamic Link Library)
Merupakan library Windows berupa kode yang sudah dikompilasi dan dapat digunakan oleh program lain. Bila meletakkan fungsi dan subrutin ke dalam DLL akan membuat fungsi dapat diakses oleh semua program pada saat bersamaan. DLL biasanya ditulis dengan bahasa C/C++, Delphi atau bahasa lainnya yang mendukung sistem operasi Windows.

Dengan pemanggilan fungsi yang terdapat dalam DLL, akses ribuan fungsi yang berhubungan dangan sistem Windows dapat dilakukan.

COM (Componen Object Model)
Merupakan spesifikasi untuk menulis software yang dapat digunakan kembali (reusable). COM merupakan model yang didasarkan pada binary reuse artinya bahwa komponen ini tidak bergantung pada bahasa pemrograman untuk membuatnya. COM memakai sistem object-oriented

DCOM (Distributed COM)
Merupakan suatu teknologi baru karena teknologi ini banyak dipakai dalam sistem distribusi pada sistem jaringan TCP/IP, Protokol yang digunakan oleh DCOM dapat meliputi:
- Protokol TCP/IP
- Protokol UDP/IP
- Protokol HTTP
- Protokol RPC
Seiring dengan kemajuan di bidang distributed system, protokol untuk distribusi komponen dapat melalui protokol FTP, SMTP,POP dan sebagainya.
Secara umum DCOM menerapkan sistem Client-Server sehinggan terdapat istilah DCOM Server dan DCOM Client

COM+
Merupakan hasil pengembangan dari komponen COM dan MTS. COM+ menyediakan servis berbasis enterprise yang didasarkan pada Component Object Model (COM) untuk membangun sistem distribusi.

Keandalan COM+ telah teruji sejak lama sebagai alternatif dalam membangun sistem distibusi dan transaksi


Active X
Activ X Control
Nama resminya adalah OLE Control yang merupakan bagian dari sistem COM karena mengimplementasikan interface Iunknown. Komponen ActiveX Control banyak digunakan pada aplikasi web yang mengenkapsulasi business logic dalam satu komponen.

ActiveX Document
Mirip dengan dokumen pada Microsoft Office, tetapi bukan berarti bahwa ActiveX Dokument merupakan bagian dari Microsoft Office. Teknologi ActiveX Document bukanlah suatu teknologi baru. Jika kita memakai Microsoft Word maka Word Document tidaklah sama dengan Word Application. Word Document berisi dokumen yang sesungguhnya (*.doc), sedangkan Word Application berisi aplikasi yang membuat Word Document (bertipe file *.exe)

PDU (Protocol Data Unit)

PDU (Protocol Data Unit)
PDU Mode adalah format message dalam heksadesimal octet dan semi-decimal octet dengan panjang mencapai 160 (7 bit default alphabet) atau 140 (8 bit) karakter.

Kelebihan PDU
-dapat melakukan encoding sendiri dengan didukung oleh hardware dan operator GSM
-mengkompresi data
-menambah nada dering dan gambar pada pesan yang akan dikirim

Tipe � tipe Encoding
-PCCP437
-PCDN
-8859-1
-IRA
-GSM

`DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Merupakan pengembangan dari BOOTP dikarenakan BOOTP tidak tepat untuk memberikan informasi konfigurasi ke komputer. Hal ini disebabkan karena sistem operasi komputer dan jaringan datanya menjadi semakin kompleks yang membutuhkan informasi konfigurasi yang lebih baik.

DHCP memberi 2 layanan utama pada client jaringan.
- Mengalokasikan alamat jaringan IP untuk client
Alamat ini mungkin alamat sementara yang diambil dari alamat yang disediakan oleh server, atau alamat permanen yang ditentukan oleh administrator system local dan hanya diingat oleh server.

- Memungkinkan penyimpanan parameter untuk client pada jaringan.
Administrator dapat memberikan parameter kepada client perorangan atau kelompok, dan server DHCP akan menyimpannya dan memberikannya kepada client yang perlu mengetahui seperti alamat IP dari router defaultnya, dan apa yang perlu dilakukan untuk mendapatkan font-font X windows system.

komunikasi data II

1. Komunikasi Data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.
1.1 Komponen Komunikasi Data
• Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
• Penerima, adalah piranti yang menerima data
• Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
• Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data
• Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.

Gambar. Komunikasi data
2. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital
2.1 Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.
Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
•?Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
•?Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
•?Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Gambar. Sinyal Analog
2.2 Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.

Gambar. Sinyal Digital
3. Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik. Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).
3.1 Komponen Protokol
1. Aturan atau prosedur
• Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
• Mengatur proses transfer data
2. Format atau bentuk
• representasi pesan
3. Kosakata (vocabulary)
• Jenis pesan dan makna masing-masing pesan
3.2 Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan
sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan
dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan
berikut:
• Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.
• Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
• Connection control
Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
• Flow control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
• Error control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
• Transmission service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.
3.3 Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi. Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini menentukan layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat merencanakan sebah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.
3.4 Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model. Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
1. Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses.
Kelompok aplikasi dengan jaringan:
• File transfer dan metode akses
• Pertukaran job dan manipulasi
• Pertukaran pesan
2. Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
• Negosiasi sintaksis untuk transfer
• Transformasi representasi data
3.  Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)
•?Kontrol dialog dan sinkronisasi
•?Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi
4. Transport Layer:
•?Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung
•?Manajemen koneksi
•?Kontrol kesalahan
•?Fragmentasi
•?Kontrol aliran
5. Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.
•?Routing
•?Pengalamatan secara lojik
•?setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)
6. Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
•?Penyusunan frame
•?Transparansi data
•?Kontrol kesalahan (error-detection)
•?Kontrol aliran (flow)
7. Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.
4. Router, Bridge dan Repeater
4.1 Router
Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan untuk :
• Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang
• Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain.
• Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan mudah untuk dikelola.
• Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja.
• Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
• Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.

Gambar. Fungsi Router
4.2 Bridge
Bridge adalah jenis perangkat yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama
(ataupun bertopologi berbeda) tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing
jaringan tidak saling mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang
tidak mengubah isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge
memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman
dan penerimaan data.

Gambar. Fungsi Bridge pada jaringan
Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai berikut :
• Keterbatasan jaringan, hal ini terkait erat dengan jumlah maksimum stasiun, panjang maksimum segmen, dan bentang jaringan
• Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan
• Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun
• Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan langsung dua sistem tersebut
4.3 Repeater
Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat yang melewatinya, Dua sub jaringan yang dilewatkan pada repeater memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk memperbesar batasan panjang satu segmen. Sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang jangkauan jaringan.

Gambar. Fungsi Repeater
Rangkuman :
Dalam pembahasan ini kita mengenal bahwa komunikasi  data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara computer komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data.
Pada komunikasi data terdapat 2 jenis snyal diantaranya :
• Sinyal Analog
• Sinyal Digital
Dalam pembahasan ini kita akan lebih mempelajari lebih dalam tentang Komunikasi data digital dimana Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
Dalam komunikasi data digital diperlukannya adanya suatu protocol sebagi sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik. Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).
Komponen Protokol :
1. Aturan atau prosedur
• Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
• Mengatur proses transfer data
2. Format atau bentuk
• representasi pesan
3. Kosakata (vocabulary)
• Jenis pesan dan makna masing-masing pesan
· Spesifikasi elektrikal, level tegangan :
o untuk binary : tegangan < -3 volt ditafsirkan sebagai binary 1
tegangan > +3 volt ditafsirkan sebagai binary 0
o untuk sinyal control : tegangan < -3 volt menyatakan kondisi
OFF
tegangan > +3 volt menyatakan kondisi ON.
Sinyal rate < 20 Kbps dan jarak < 15 m.
· Spesifikas i fungsional, lihat tabel 4.1